Saturday, 20 March 2021

KAMUS KECIK BAHASA JAWA (NGOKO - KRAMA - KRAMA INGGIL )

Assalamualaikum wr wb

kali ini admin ini berbagi kamus kecik basa jawa, kamus ini berisi tembung-tembung (kata) basa jawa ngoko, krama, krama inggil. 
















































silahkan kalau ingin download kamus lengkap A s.d. Z klik link di bawah ini.

LINK 1 | LINK 2 







Thursday, 18 March 2021

SOAL PPKN KELAS X SEMESTER GASAL

Assalamualaikum wr wb, bagaimana kabarnya? semoga kita semua dalam keadaan sehat, dijauhkan dari berbagai musibah. kali ini Admin ingin membagikan contoh soal PPKN Kelas X dan dapat didownload dengan mudah dengan sekali klik. Semoga bermanfaat

Keterangan soal :
Jumlah soal pilihan ganda : 50

Pilihlah salah satu jawaban yang dianggap paling benar !

  1. Di bawah ini yang bukan merupakan persyaratan untuk menjadi Warga Negara Indonesia melalui permohonan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 adalah ...

  1. Telah berusia 18 (delapan belas) tahun atau sudah kawin.

  2. Pada waktu mengajukan permohonan sudah bertempat tinggal di wilayah negara Republik Indonesia paling singkat 5 (lima ) tahun berturut-turut atau paling lama 10 (sepuluh puluh) tahun tidak berturut-turut.

  3. Dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

  4. Jika dengan memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, tidak menjadi berkewarganegaraan ganda.

  5. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Indonesia dan ibu warga negara asing.

  1. Di dalam negara yang tingkat pendidikan masyarakatnya relatif belum merata, apabila terdapat kekurangan tenaga ahli dalam bidang pemerintahan, maka kekurangan tenaga ahli disiapkan oleh pemerintah pusat. Hal tersebut dalam praktik kenegaraan merupakan kelebihan negara yang berbentuk....

  1. Federal

  2. Serikat

  3. Monarki

  4. Kesatuan

  5. Negara bagian

  1. Perkembangan penyelenggaran kekuasaan negara di daerah juga terjadi dalam proses pemilihan kepala daerah. Ada tiga sistem pemilihan atau pengangkatan kepala daerah yang pernah berlaku di Indonesia, yaitu penunjukan langsung oleh pemerintah pusat (gubernur ditunjuk dan diangkat oleh presiden, bupati/walikota oleh Menteri Dalam Negeri), dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, pada saat sekarang ini pemilihan kepala daerah dilakukan oleh….

  1. dipilih oleh partai politik

  2. dipilih langsung oleh rakyat

  3. pengangkatan kepala daerah

  4. dipilih oleh pemuka dan tokoh masyarakat

  5. dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah

  1. Perhatikan data berikut :

(1). Politik luar negeri, pertahanan, kesehatan, agama

(2). Pertahanan, agama, moneter, politik luar negeri

(3). Perumahan, kesehatan, tata ruang, pertanahan

(4). Kesehatan, agama, politik luar negeri, yusitisi

(5). Agama, moneter, politik luar negeri, keamanan

Berdasarkan data di atas, bidang yang masih menjadi kewenangan pemerintah pusat 

ditunjukkan oleh nomor....

  1. 1 dan 2

  2. 1 dan 3

  3. 1 dan 5

  4. 2 dan 4

  5. 2 dan 5

  1. Konsekuensi logis ketentuan Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah adanya pembagian pemerintah antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah diberi kewenangan untuk menjalankan seluruh urusan pemerintahan di daerah, yang menjadi kewenangan ranah pemerintah daerah, adalah …

  1. eradilan/yustisi,

  2. Politik luar negeri

  3. Kebijakan pendidikan

  4. Pertahanan dan keamanan

  5. Moneter dan fiskal nasional

  1. Pemerintahan daerah merupakan bagian tidak terpisahkan dari sistem pemerintah Republik Indonesia. Kewenangan tersebut dipergunakan untuk mengelola kekuasaan negara dalam rangka mewujudkan tujuan negara, pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan….

  1. asas keterbukaan dan akuntabilitas

  2. asas otonomi dan tugas pembantuan

  3. asaa kepastian hukum dan demokrasi

  4. asas pemerataan dan pembagian kekuasaan

  5. asas keseimbangan dan pembagian keuntungan

  1. Provinsi DKI Jakarta sebagai satuan pemerintahan yang bersifat khusus dalam kedudukannya sebagai Ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sebagai daerah otonom memiliki fungsi dan peran yang penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berdasarkan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, DKI Jakarta diberikan kekhususan terkait dengan tugas, hak, kewajiban, dan anggung jawab dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Undang-Undang yang mengatur tentang kekhususan DKI Jakarta adalah....

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2001

  2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2001

  3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2006

  4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun 2007

  5. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2012

  1. Peraturan daerah (Perda) dibentuk dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah provinsi/kabupaten/kota dan tugas pembantuan. Perda merupakan penjabaran lebih lanjut dari peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi dengan memperhatikan ciri khas masing-masing daerah. Perda tidak boleh bertentangan dengan kepentingan umum dan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Perda ditetapkan oleh daerah setelah mendapat persetujuan dari....

  1. MPR

  2. DPR

  3. DPD

  4. DPRD

  5. Presiden

  1. Negara kesatuan Republik Indonesia menganut asas desentralisasi, maka terdapat kewenangan dan tugas-tugas tertentu yang menjadi urusan pemerintah daerah. Hal ini pada akhirnya menimbulkan.....

  1. Pemerintah pusat tidak memiliki hubungan dengan pemerintahan daerah.

  2. Pemerintah pusat dan pemerintah derah mempunyai kedudukan yang sejajar.

  3. Hubungan kewenangan dan pengawasan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

  4. Kedudukan pemerintah pusat lebih tinggi dibandingkan dengan pemerintah daerah.

  5. Pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian mempunyai kedudukan yang berbeda.

  1. Konsekuensi logis ketentuan Pasal 18 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah adanya pembagian pemerintah antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Pemerintah daerah diberi kewenangan untuk menjalankan seluruh urusan pemerintahan di daerah, yang menjadi kewenangan ranah pemerintah daerah, adalah …

  1. Peradilan/yustisi

  2. Politik luar negeri

  3. Kebijakan pendidikan

  4. Pertahanan dan keamanan

  5. Moneter dan fiskal nasional

  1. Pemerintahan daerah merupakan bagian tidak terpisahkan dari sistem pemerintah Republik Indonesia. Kewenangan tersebut dipergunakan untuk mengelola kekuasaan negara dalam rangka mewujudkan tujuan negara, Pemerintahan daerah menjalankan otonomi seluas-luasnya untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan berdasarkan….

  1. asas otonomi dan tugas pembantuan

  2. asas keterbukaan dan akuntabilitas

  3. asaa kepastian hukum dan demokrasi

  4. asas pemerataan dan pembagian kekuasaan

  5. asas keseimbangan dan pembagian keuntungan

  1. Pada saat ini terdapat berbagai lembaga penegak hukum seperti Mahkamah Agung, Mahkamah Konstitusi, Komisi Yudisial, Kepolisian, Kejaksaan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Akan tetapi kasus-kasus pelanggaran hukum masih saja terjadi, bahkan cederung meningkat. Faktor penyebabnya adalah sebagai berikut kecuali ….

  1. Disiplin masyarakat rendah

  2. Kurang tegasnya penegak hukum

  3. Rendahnya kesadaran hukum masyarakat

  4. Banyak liputan media masa tentang kejahatan

  5. Kurangnya contoh dan keteladan dari para pemimpin

  1. Perhatikan data berikut!

(1). Menetapkan Undang-Undang Dasar dan mengubah Undang-Undang Dasar,

(2). Menetapkan Garis-Garis Besar Haluan Negara,

(3). Memilih Presiden dan Wakil Presiden,

(4). Menetapkan Undang-Undang Dasar dan/ Perubahan UUD,

(5). Melantik Presiden dan Wakil Presiden,

(6). Memberhentikan Presiden dan/ Wakil Presiden, serta

Berdasarkan data diatas yang merupakan kewenangan Majelis Permusyawaratan Rakyat 

setelah diadakannya Perubahan UUD 1945 ditandai oleh nomor ...

  1. Nomor 1, 2, dan 3

  2. Nomor 3, 4, dan 5

  3. Nomor 2, 4, dan 6

  4. Nomor 3, 4, dan 6

  5. Nomor 4, 5, dan 6

  1. Perhatikan data di bawah ini !

(1). Lembaga Swadaya Masyarakat

(2). Dewan Perwakilan Rakyat

(3). Dewan Perwakilan Daerah

(4). Komisi Pemberantasan Korupsi

(5). Presiden dan Wakil Presiden

(6). Mahkamah Konstitusi

Dari data tersebut di atas yang merupakan lembaga suprastruktur dalam sistim politik 

Indonesia adalah….

  1. 1, 2, 3 dan 4

  2. 1, 3, 4 dan 5

  3. 1, 3, 5 dan 6

  4. 2, 3, 5 dan 6

  5. 3, 4, 5 dan 6

  1. Presiden selaku Kepala Pemerintahan memegang kekuasaan pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan. Ketentuan pasal tersebut menunjukkan bahwa Presiden Republik Indonesia bertanggung jawab atas kegiatan pengelolaan keuangan negara yang dilakukan untuk mencapai tujuan negara, hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 17 tahun 2003, ….

  1. Pasal 1 ayat 6

  2. Pasal 2 ayat 6

  3. Pasal 5 ayat 1

  4. Pasal 6 ayat 1

  5. Pasal 6 ayat 2

  1. Keberadaan lembaga-lembaga negara di Indonesia begitu dinamis. Hal tersebut merupakan dampak langsung dari mekanisme pengelolaan kekuasaan negara yang bersifat dinamis pula, setelah reformasi lembaga yang tidak ada dalam struktur kelembagaan negara adalah…

  1. Mahkamah Agung

  2. Dewan Perwakilan Rakyat

  3. Dewan Perwakilan Daerah

  4. Dewan Pertimbangan Agung

  5. Badan Pengawas Keuangan

  1. Peran serta masyarakat dalam sistim politik Indonesia dalam dilakukan dalam berbagai aktivitas, sesuai UU Nomor 9 tahun 1998 sebuah produk hukum yang dikeluarkan awal reformasi di Indonesia di dalamnya terdapat bentuk-bentuk dan tata cara menyampaikan pendapat di muka umum, di bawah ini yang tidak sesuai dengan UU tersebut adalah.…

  1. Rapat umum

  2. Mimbar bebas

  3. Arak-arakan

  4. Unjuk rasa

  5. Pawai

  1. Negara demokrasi (negara yang berkedaulatan rakyat) menjamin hak-hak warga negara serta memberikan kebebasan kepada warga untuk berpendapat dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan bernegara. Namun, berdasar pengalaman seringkali terjadi demonstrasi yang berakhir ricuh, pertentangan pendapat yang tajam, dan bahkan mudah terjadi tawuran karena perbedaan. Kebebasan mengemukakan pendapat di Indonesia terdapat dalam....

  1. Pancasila

  2. UUD NRI tahun 1945

  3. Pembukaan UUD NRI tahun 1945

  4. Pasal 28 E ayat (3) UUD NRI tahun 1945

  5. Pasal 30 ayat (1) UUD NRI tahun 1945

  1. Setiap warga negara Indonesia memperoleh kesempatan yang sama untuk menduduki jabatan dalam pemerintahan. Bahkan, pekerja seni atau artis lomba-lomba untuk berpartisipasi dalam memperebutkan kursi di pemerintahan. Hal tersebut mengindikasikan salah satu ciri negara yang menganut sistem demokrasi, yaitu.....

  1. Adanya pemilu berkala

  2. Adanya supermasi hukum

  3. Adanya akuntabilitas politik

  4. Bebas berpendapat, berserikat dan berkumpul

  5. Persamaan kedudukan dalam hukum dan pemerintahan

  1. Bagi bangsa Indonesia, pilihan yang tepat dalam menerapkan paham demokrasi adalah dengan menerapkan Demokrasi Pancasila. Paham Demokrasi Pancasila sesuai dengan kepribadian bangsa yang ditandaii dari tata nilai sosial budaya sendiri. Hal ini telah dipraktikkan secara turun temurun jauh sebelum Indonesia merdeka. Kenyataan ini dapat kita lihat pada masyarakat desa yang menerapkan.....

  1. Voting

  2. Kerja sama

  3. Sikap individual

  4. Musyawarah mufakat

  5. Sikap senasib sepenanggungan



kelanjutan dan soal lengkap nya bisa didownload pada link di bawah ini


Wednesday, 17 March 2021

UPACARA ADAT MANTU






Pernikahan utawa palakrama yaiku salah sijine prastawa sakral lan ditindakake karo mayoritas manungsa. Adat mantu iku salah sijine upacara sakral adat Jawa kang nduweni rantaman (urutan) upacara sing urut lan pakem. 

Adata wong jawa, ana sing kudu dilakoni, antarane :
Babak I (Pirembagan)
  1. Congkong/utusan, wong sing diutus karo wong tuwa saka penganten kakung kanggo nengetake status calon penganten putri lan kahanan kluwarga saking calon penganten putri lan ngaanakkae rembugan karo wong tuwa calon penganten putri.
  2. Salar, yaiku acara sing wis disiapake karo keluarga penganten kakaung. Acara iki isine wangsulan (jawaban) saka pandangon-pandangon saka penganten kakung nalika acara congkong.
  3. Nontoni, kluwarga calon penganten kakung dhateng keluarga calon penganten putri kagem mirsani langsung calon penganten putri lan kluwarga penganten putri saged mirsani langsung calon penganten kakung. 
  4. Lamaran, menawa wis nontoni banjur pihak kluwarga kakung lan putri nganakake rembugan babagan dina kang apik kanggo adicara lamaran. Lamaran yaiku nembung kantthi resmi saking sesulih (utusan) kluwarga calon penganten kakung kanggo nyuwum calon penganten putri supados pikanthuk digawa kaliyan calon penganten putra.
            Ubarampe sing diasta nalika lamaran, yaiku:
    • Kalpika : kalpika (cincin) nggambarake menawi calon penganten putri wis dijiret lan wis ana sing nduwe sinaosa durung sah miturut agama lan Negara
    • Alat ibadah : kagem calon penganten sing ngugemi agama islam. Ancase menehi ngeti menawa penganten kakung ugi sagd ngimami babagan agama.
    • Arta : arta ab=ncase kanggo tuku ubarampe calon penganten putri nalika resepsi menika. Ananging ing jaman saiki arta kanggo numbas utawa nebus calon penganten putri.
    • Sepengadek : yaiku ubrampe sing dibutuhake dening calon penganten piutri saka nduwur nganti ngisor (rambut nganti sikil).
    • Patedhan : patedhan sing dimaksud yaiku patedhan tradisional sing rinaket kaya ketan, wajik, lemper,cithak,lsp. ancase supaya calon penganten isa raket nganti saklawase.
    • Papaes : nggambarake kaesenengan saka calon penganten putri, supaya calon penganten putri seneng.Who-wohan : kanggo njangkepi ubarampe sing digawa karo calon penganten putra.

Tuesday, 16 March 2021

NOVEL BAHASA JAWA

Apa kuwi novel? Apa sampeyan wis tau maca novel? Sakdurunge mangerteni babagan novel, prelu mangerteni babagan kasusastran jawa, amarga novel kuwi kalebu salah siji perangan saka kasusastran. Apa kuwi kasusastran?
1. Pangerten Kasusastran
Kasusastran yaiku saka tembung susastra kang pikantuk wuwuhan ka + an. Tembung susastra saka tembung su + sastra, su tegese endah utawa sae, sastra tegese seratan. Dadi tembung susastra tegese seratan kang endah. Wuwuhan ka + an nggadhahi teges perkara kang ana gegayuhane karo seratan kang endah. Kassusastran iku keperang dadi 4 periode, yaiku :
  • Sastra Jawa Kuna : Sastra Jawa kang ana sakdurunge ana pengaruh agama islam.
  • Sastra Jawa Pertengahan : Sastra Jawa kang ana nalika jaman kerajaan Majapahit yaiku antarane wiwit abad 13 tekan abad 16. Ing jaman iki wiwit dikenalake geguritan (puisi Jawa) kang nduweni paugeran/pathokan utawi mentrum Jawa kang diarani kisung.
  • Sastra Jawa Baru : Sastra Jawa kang ana nalika agama islam mlebu ing tanah jawa, yaiku saka tlatah Demak. Ing jaman iki wiwit dikenalake kasusastran kayata serat, suluk, babad. Lsp.

a.

Serat

Kasusastran Jawa kang bentuke tembang macapat lan ngemu piwulang/pitutur luhur babagan gayute manungsa. Tuladha : Serat Wedhatama, Serat Wulangreh, Serat Centhini,  Serat Nitipraja, lsp.

b.

Suluk

Kasusastrasn Jawa kang ngemu pituduh/piwulang/pitutur luhur babagan gayute manungsa lan Gusti Kang Maha Kuwasa. Tuladha : Suluk Wujil, Suluk Linglung, Suluk Malang Sungsang, lsp.

c.

Babad

Kasusastran Jawa kang ngemu crita sawijining papan utawa wong kang misuwur. Tuladha : Babad Prambanan, Babad Tanah Jawi, Babad Diponegoro, lsp.


  • Sastra Jawa Modern : Sastra Jawa kang ana wiwit jaman penjajahan Jawa tekan saiki. Rikala jaman biyen, para tiyang Walanda maringi pangertosan babagan kasusastran barat kayata esai, roman, novel. Fable, legenda, lsp.
  1. Esai : Seratan kang nggambarake sawijining pamanggih babagan sawijining perkawis.
  2. Roman : Kasusastran kang bentuke gancaran (prosa) kang ngadhahi tema kasmaran
  3. Fable : Cerita fiktif kang paragene awujud kewan
  4. Legenda : Kasusastran fiktif kang ngemu crita babagan dumadine sawijining papan
  5. Novel : Kasusastran fiktif kang misuwur, wujude gancaran (prosa) kang dawa.
Pangerten Novel
Novel yaiku kasusatran kang wujude gancaran (prosa) ingkang dawa, ngemu cerita kahuripan manungsa karo wong liya, lan ngegesake watak saha sipat para lakon. Uga bisa disebut menawa novel kuwi ngemu konflik sing maneka warna (kompleks), perkara sing ora bisa ngrubah nasib, mung nyritakake salah siji kahanan manungsa kang manika warna (kompleks).

Unsur-Unsur Novel
Kanggo mbanggun salah siji cerita, novel nduweni unsur-unsur kang ana sesambungane antara siji lan liyane. Unsur-unsur kang mbangun mau kaperang dadi 2 jenis, yaiku unsur intrinsic lan unsur ekstrinsik.
Unsur Intrinsik Novel
  • Tema : gagasan pokok / ide pokok kang dadi undering rembug
  • Alur : rerangkening utawa urutaning crita wiwit lekas nganti pungkasan.
  • Paraga : wong kang nglakoni ana ing lumakune crita, saka paraga iku bisa ngerteni watak lan gagasane.
  • Watak : sikap paraga ana ing njero novel (protagonis lan antagonis)
  • Setiing/latar : papan,swasana dumadine crita
  • Sudut pandang : posisi pangripta/penulis ing crita
  • Amanat : pitutur luhur/ pesen sing arep diwenehke saka penulis kanggo sing maca. Amanat sipate migunani.
Unsur Ektrinsik Novel
  • Biografi penulis lan latar belakang penulis
  • Kisah ing mburi layar
  • Nilai-nilai sing ana ing masyarakat (sosial, ekonomi, agama,lsp.)
Tuladha Pethilan Crita Novel



....................................................................

Ana sawijining nonoman jenengé R. Sukmana umuré 19 taun, murid MULO duwé kanca kenya, jenengé RA. Tien Tisno-wati putri Sala asli, putrané RB. Jayèngsubroto, pènsiyunan Wedana Bayalali. Dalemé ana Kampung Tamtaman, isih da-rahing priyayi luhur turun ningrat. Kenalé R. Sukmana karo RA. Tien Tisnowati wis lawas banget. Mauné kenalé nonoman loro mau ya mung lugu baé. Nanging lawasing lawas, sakaroné banjur padha thukul rasa katresnan. R. Sukmana tresna karo RA. Tien Tisnowati, Tien Tisnowati nimbangi katresnané. Dadi wis jumbuh loro‑loroné padha kadunungan tresna kabèh, ma-lah nganti wis padha prasetya yèn ing tembé buri padha arep urip bebarengan. R. Sukmana bungah banget atiné, duwé pa-cangan RA. Tien Tisnowati mau. Sepisan dhasar isih darahing ngaluhur, rembesing kusuma, turuning wong andara warih. Kapindhoné atèn-atèné becik lembah manah. Kaping teluné kasulistyané RA. Tien Tisnowati tanpa tandhing, pindha golèk kencana. Kaping paté sing baku padha tresnané.

Nanging kahanan kang kaya mengkono mau émané ora bisa langgeng lan kasembadan. Mbokmenawa pancèn wis gi-naris ing alam Loh Ma'ful yèn nonoman loro mau pancèn dudu jodhoné, lan kudu pepisahan jalaran saka drajaté kang ora pa-dha. RA. Tien Tisnowati darahing ngaluhur, R. Sukmana mung wong lumrah, tur anak randha pisan gèk ora duwé. Déné ce-thané mau bareng kapiyarsan déning keng ramané RA. Tien Tisnowati banget dukané lan ora marengaké yèn R. Sukmana ngarah putriné. Malah R. Sukmana nganti diancam, yèn wani-wani mlaku bebarengan, arep dipasrahaké pulisi. Pancèn kanggoné jaman samono, pulisi iku diwedèni banget, padha karo wong yèn weruh memedi. Mula R. Sukmana banjur ora wani ngaton manèh, tansah ngadoh. RA. Tien Tisnowati dhéwé banjur dipingit, ora kena metu‑metu saka gedhongé, yèn ora lagi ndhèrèkaké rama ibuné.
Ya wiwit iku R. Sukmana banjur pisah karo RA. Tien Tis-nowati. Nanging sing pisah mung lairé, batiné padha ora gelem pisah, jiwané tansah sesambungan, awit sakaroné katresnané pancèn murni suci, lan wis kadhung padha ngoyodé, padha seminé, thukul ngrembuyung ing jiwa ragané nonoman saka-roné. Mbok jagaté kiyamat pisan katresnan suci ora bakal mati, tetep isih langgeng urip, kang sawayah‑wayah bakal thukul manèh luwih nggegirisi.


................................................................................................................................


Dening : Suprapta Brata

… Ing sawijining dina, eneng bocah jenenge Pipin. Dheweke nduwe 2 sedulur, jenenge Riris lan manik. Bocah telu kae sakben dinone ora iso akur. Nanging, nek pas bocah telu mau kerengan, ibune mesthi luwih mbela Pipin.
Amarga Pipin kuwi anak kandunge, nanging Riris lan Manik kuwi anak tiri.
Pipin nganakake pesta tanggap warsa cara climen ing omahe. Lagi ramene pesta, ibune menyang semaput. Banjur seda. Banjur Detektip Handaka ditekakake. Dheweke nemokake barang-barang yen sedane ibune Pipin amarga diprejaya. Malah podo ribut amarga melu khawatir. Bar kuwi, Pipin kelingan yen dheweke nduwe sedulur, Riris lan Manik. Detektip Handaka banjur marani boca loro kuwi mau ing ngomahe. Sesok e, pas arep dislidhiki, bocah loro kae malah dolang ing nggone kancane, disetitekake Handaka, sedulur telu Pipin, Riris lan Manik, sajak ora susah ibune seda, malah katon seneng. Saka bukti kuwi mau, Detektip Handaka nyimpulake yen sing mrejayani Bu Sulun kuwi inggih menika anake tiri dewe, Riris lan Manik. Bocah kae mau ngaku, dhwewke mrejayani Bu Sulun amarga ora seneng karo sifate sing mesthi mbela Pipin.
Mbengine, bocah loro kuwi mau dilebokake ing penjara….


apakah anda mencari RPP 1 lembar atau RPP masa pandemi? berikut contoh RPP Masa Pandemi untuk SMK Kelas XII semua mata pelajaran.

Berikut dan atau di bawah ini merupakan link download perangkat pembelajaran (RPP) masa pandemi (1 lembar) untuk SMK Kelas XII Semester Ganj...